Read the rest of this entry »

VIVAnews – Ketua Umum PB Nahdhlatul Ulama Said Aqil Siradj mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup semua situs yang menyebarkan paham radikalisme. Namun, Kementerian Kominfo mengaku sudah memblokir situs-situs sejenis ini.

“Kami sangat berterima kasih karena NU sudah memberikan perhatian. Tapi kami sudah melakukannya, dan itu juga sudah diatur di UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Kepala Bidang Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 28 September 2011.

Gatot kemudian menjelaskan UU ITE sudah secara tegas melarang bukan hanya keberadaan situs porno, tapi juga situs penyebar informasi yang mengandung radikalisme suku, agama, ras, dan antar golongan. Hal ini diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” demikian tertulis di UU ITE.

Toh demikian, Gatot mengakui masih ada sejumlah situs yang terus aktif menyebarkan radikalisme agama. “Itu kriminal, tapi akan selalu ada walau sudah kami blokir,” katanya.

Dia memastikan Kementerian Kominfo mengawasi dengan ketat dan memblokir situs-situs semacam itu. “Kami tak akan patah semangat,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian meminta masyarakat secara aktif mengadukannya. Pengaduan bisa dikirim ke Kemenkominfo, salah satunya melalui email: aduankonten@depkominfo.go.id.

Gatot menjelaskan, sejauh ini sudah ada 900 situs yang diadukan untuk diblokir. Namun, Kementerian baru memblokir sepertiganya. “Ada 300-an situs yang sudah diblokir,” tuturnya. (kd)

sumber ; vivanews.com

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks